KisahManusia Terbaik, semoga kita bisa mengikuti jejaknya Parapembesar dari kalangan kaum nabi menentang nabi. Al-Mala' adalah para pembesar sebagaimana telah kami jelaskan dalam kisah Nabi Nuh dan sesudahnya. Kemudian Nabi terus melangsungkan peperangan mewujudkan tekadnya: Nabi meletakkan dasar peperangannya dengan menyampaikan ketuhanan Allah SWT. KapalNabi Nuh AS tertambat di sebuah bukit. Kisah Nabi Nuh AS termuat di Al Qur'an dalam 43 ayat, 28 ayat diantaranya terdapat dalam surat Nuh. 4. Hud AS Ketika mereka sampai di istana Nabi Sulaiman, mereka sangat tercengang. Kisah kelahiran Nabi Isa AS terdapat dalam surat Ãli-'Imrân: 45-48, dan 59, surat Maryam: 16-35, Al-Anbiyâ NabiNuh merupakan nabi sekaligus Rasul ke-3, tentunya setelah Adam dan Idris. Nabi Nuh mendapat gelar Ulul Azmi karena kesabaran beliau mencari umat memang luar biasa. Biografi dan Kisah Riwayat Hidup Sejarah Nabi Muhammad Rasululah SAW lengkap dari lahir sampai wafat Kisah Teladan Nabi Yunus as yang ditelan Ikan karena meninggalkan kaumnya KisahNabi Ilyas as: Lahir Hingga Wafat (Lengkap) - Ilmusiana. Nabi Idris Merasakan, ngeri dan istimewa dengan 2 Hal Ini. Kisah Nabi Daud Lengkap - Muslimidia. KISAH NABI IDRIS LENGKAP DARI LAHIR SAMPAI WAFATNYA - Mendongeng.com. Kisah Nabi Ayyub a.s: Sejarah, Israiliyyat, Cobaan dan Hikmah. AKSARAKHATULISTIWA - Kisah Nabi Isa memiliki kisah yang unik dibanding dengan kisah nabi yang lain, hal tersebut karena nabi Isa memiliki suatu mukjizat yang luar biasa. Nabi Isa lahir dari seorang ibu yang suci sehingga ibu kandung Isa yakni Mariam merupakan orang pilihan Allah untuk memiliki anak tanpa menikah. 1. . Berikut adalah cerita atau kisah dari Nabi Nuh AS. Semoga cerita super singkat ini dapat memberikan inspirasi bagi Kita semua. Nabi Nuh adalah nabi yang keempat setelah kenabian Adam, syith dan Idris serta beliau ini adalah keturunan kesembilan dari nabi Adam as. Ayah nabi Nuh bernama Lamik bin metusyalih bin Idris. Nabi Nuh diutus oleh Allah di sebuah negeri yang bernama negeri Armenia untuk mengajarkan umatnya agar tidak menyembah kepada selain Allah SWT. serta mengajarkan kepada kebaikan agar terselamatkan didunia juga dialam akherat kelak. Pada usianya yang ke 40 hingga mencapai usianya yang ke 950 tahun, beliau menyerukan ajaran-ajaran agama Allah SWT. Namun yang terjadi adalah umatnya ini tidak mengikuti ajaran yang disampaikannya. Bahkan mereka malah mengolok-ngolok dan membenci nabi Nuh, begitupun dengan orang- terdekatnya, anak dan istrinya pun mengingkari ajaran yang dibawa oleh beliau. Adapun yang beriman dan mengikuti seruannya hanya sedikit dari jumlah mereka sehingga membuat nabi nuh sedih dan menangis. Hingga pada suatu ketika Allah menyuruh nabi Nuh as untuk membuat sebuah perahu yang besar karena Allah mempunyai maksud untuk menengelamkan kaum yang ingkar tersebut. Baca Juga Kisah Nabi Hud AS. Setelah kapal kayu nabi Nuh selesai dibuat, tidak lama setelah itu berhembuslah angin taupan yang maha dahsyat disertai hujan yang teramat lebat dan matai air bersemburan terus menerus tiada hentinya. Kejadian ini berlangsung selama beberapa hari tanpa berhenti sehigga bumi pun berubah menjadi sebuah lautan yang sangat luas. Nabi nuh bersama orang-orang beriman yang mengakui kebenaran ajaran yang dibawanya naik keatas bahtera. Pada saat kapalnya berlayar, nabi Nuh melihat anaknya yang hampir tenggelam. Sehingga nabi Nuh pun mengajaknya naik dan lantas segera beriman kepada Allah SWT. Namun anaknya yang bernama kan’an ini menolak seruan bapaknya, kan’an terus berusaha berenang kearah gunung dan bukit. Akan tetapi air bah dengan cepat menenggelamkan kan’an dan orang-orang yang menolak ajaran yang dibawa nabi Nuh. Melihat hal tersebut, nabi Nuh mersa sangat sedih hingga menyeru kepada Allah SWT “Ya Tuhanku! Anakku telah mati tenggelam, sedangkan dia adalah keluargaku, padahal Engkau telah menjanjikan untuk menyelamatkan kami!” Allah berfirman “Hai Nuh! Sesungguhnya orang-orang yang durhaka itu bukanlah termasuk keluargamu!” Setelah menerima firman tersebut, nabi Nuh dengan sangat menyesal dan takut memohon ampun kepada Allah atas kesalahannya yang meminta kesalamatan anaknya padahal kan’an termasuk kepada orang-orang yang durhaka dan kafir. Baca Juga Kisah Nabi Idris AS. Hingga pada usia 950 tahun, beliau menjalani masa kerasulannya dengan mengajak dan menyerukan umatnya untuk menyembah dan beriman kepada Allah. Akan tetapi orang yang mengikuti dan mengakui Allah sebagai tuhan mereka hanya sedikit dan kebanyakan dari mereka mengingkarinya. Keyword Kisah Nabi Nuh AS Originally posted 2019-10-20 003414. HITAM PUTIH – Nabi Nuh AS hidup di dunia selama 950 tahun. Apa yang terjadi padanya sebelum dan sesudah mukjizat bahtera di tengah banjir besar menggulung dunia. Nabi Nuh memiliki nama asli Abdul Ghaffar atau Yasykur yang merupakan putra dari Lamik bin Matta bin Idris AS. Sehingga, Nabi Nuh merupakan cucu dari Nabi Idris atau turunan ke 3 dari Nabi Idris. Dikisahkan, Nabi Nuh hidup di dunia selama 950 tahun sesuai dengan surat Al-Ankabut ayat 14. Pada usia 480 tahun, ia diutus menjadi Rasul melalui malaikat Jibril dengan menyamar sebagai seorang dengan wajah yang sangat tampan sehingga Nabi Nuh takjub dan lantas bertanya. Kemudian malaikat Jibril menjawab bahwa ia adalah utusan Allah yang membawa risalah dan menyatakan bahwa Allah mengutus Nuh untuk meluruskan umatnya yang membangkang dan zalim. Saat itu, Jibril kemudian memakaikan sebuah baju kebesaran yang disebut baju Mujahidin, kemudian melilitkan sorban kemenangan serta memberi Nabi Nuh ikat pinggang yang disebut Saiful Azmi kemudian seraya memberi pesan kepadanya “Berilah peringatan kepada musuh Allah yang bernama Darmasyil bin Fumail bin Jij bin Qabil bin Adam”. Nabi Nuh kemudian mematuhi perintah malaikat Jibril. Hai anakku, naiklah ke kapal ini agar engkau selamat. Darmasyil merupakan keturunan nabi Adam yang ke 4 sekaligus merupakan raja dan pemimpin yang zalim pada saat itu. Darmasyil merupakan manusia pertama yang membuat arak dan meminumnya, dia juga merupakan manusia pertama yang berjudi, dan membuat baju hiasan emas di mana emas merupakan material yang tidak seharusnya digunakan oleh lelaki. Raja Darmasyil juga merupakan Raja yang menyembah dan menganggung-agungkan 5 berhala, yaitu Wad, Siwa’, Ya’uq, Yaghuts, dan Nasr. Perbuatan Darmasyil sudah sangat zalim dan ingkar sehingga Allah memberikan peringatan sangat keras yang disampaikan kepada malaikat Jibril untuk diteruskan kepada Nabi Nuh. Mukjizat Bahtera Nabi Nuh Umat Nabi Nuh yang sudah keterlaluan membuat Allah SWT mengirimkan azab yang amat pedih dan berat, yakni berupa banjir bandang. Namun sebelumnya, Nabi Nuh diperintahkan untuk membuat sebuah bahtera yang sangat besar dan kuat untuk menampung pengikutnya yang taat dan beriman kepada Allah SWT. Pembuatan bahtera tersebut memerlukan waktu sekitar 40 tahun. Selama proses pembuatan bahtera itu pula kesabaran Nabi Nuh terus diuji berupa cemoohan dan hinaan dari kaumnya yang zalim. Pekerjaan Nabi Nuh itu dianggap sebagai upaya yang sia-sia dan pekerjaan orang gila karena membangun bahtera di atas bukit gurun pasir yang tandus. Air banjir mula-mula keluar dari sebuah oven atau tannur di dalam dapur Nabi Nuh yang kemudian terus mengucur hingga membesar. Nabi Nuh mengumpulkan umatnya yang beriman untuk segera melindungi diri dan masuk ke dalam bahtera. Nabi Nuh juga membawa segala jenis binatang berpasang-pasangan mulai dari bintang buas, burung, gajah, sapi, hingga semut. Istri dan putra Nabi Nuh Kan’an membangkang dan ikut mencemooh bahtera Nabi Nuh sehingga mereka tidak ikut menaiki bahtera. Hanya ada sekitar 80 orang mukmin yang masuk ke dalam bahtera beserta hewan-hewan lainnya. Allah SWT dengan kuasanya telah mengatur segalanya sehingga agar hewan ternak tidak dimangsa oleh hewan buas, Allah menurunkan demam kepada hewan buas tersebut hingga naluri buasnya turun. Setelah semua pengikut Nabi Nuh dan hewan-hewan masuk ke dalam bahtera, lalu pintu masuk dan seluruh pintu bahtera ditutup. Maka dengan demikian, air hijan mulai mengalir dari berbagai penjuru bumi dengan deras tanpa henti. Ini merupakan air hujan yang belum pernah terjadi selama bumi diciptakan dan sampai sekarang tidak pernah terjadi hujan deras dengan begitu hebatnya. Dalam sekejap debit air semakin meninggi dan terjadilah air bah yang begitu dahsyatnya yang membanjiri bumi. Istri dan Putra Nabi Nuh Tenggelam Banjir Nabi Nuh dikaruniai 4 orang putra, yaitu Kan’an, Yafith, Sam, dan Ham. Putra tertua Nabi Nuh merupakan anak yang zalim dan durhaka. Mula-mula ia menyembunyikan rasa benci pada ayahnya sendiri dan berpura-pura beriman. Ketika Nabi Nuh mengumpulkan seluruh umatnya, beliau teringat akan putra tertuanya yaitu Kan’an. Kan’an diminta untuk naik ke bahtera bersama pengikutnya yang lain, namun dengan angkuhnya Kan’an menolak. Ketika air bah sudah mulai meninggi, Nabi Nuh terus membujuk sang anak agar menaiki bahtera dan berkata, “Hai anakku, naiklah ke kapal ini agar engkau selamat dari azab Allah dan janganlah engkau masuk ke dalam golongan orang kafir” Hud 43. Kan’an kemudian menjawab “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah” dan di jawab pula oleh Nabi Nuh “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah saja yang Maha Penyayang.” Percakapan Nabi Nuh dan Kan’an tersebut termuat dalam Al-Qur’an surah Hud ayat 43. Banjir kemudian semakin meninggi dan Kan’an tetap tidak mau masuk ke dalam kapal dan ingin menyelamatkan diri dengan cara berlari menuju puncak gunung yang belum tersentuh air. Namun upayanya sia-sia karena air banjir juga menenggelamkan puncak gunung tertinggi sekalipun. Melihat putranya tenggelam dan lenyap, sebagai seorang ayah Nabi Nuh merasa sangat sedih karena Kan’an yang amat disayanginya tenggelam oleh azab Allah. Nabi Nuh sempat memohon kepada Allah agar putranya diselamatkan karena Allah telah menjanjikan keselamatan bagi seluruh keluarganya. Namun Allah menjawab bahwa putranya telah durhaka dan bukan termasuk keluarga yang dijanjikan Allah untuk selamat. Percakapan antara Nabi Nuh dan Allah SWT diabadikan dalam surah Hud yang artinya, “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya” QS. Hud 45. Kemudian Allah menjawab “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu yang dijanjikan akan selamat sesungguhnya perbuatannya, perbuatan yang tidak baik. sebab itu, janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui hakekatnya. Sesungguhnya aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan” QS. Hud 46. Bahtera Nabi Nuh berlayar selama 150 hari di lautan tanpa batas sampai air banjir reda bersama umat yang beriman di dalamnya. Kapal terus berlayar hingga kaum Nuh yang zalim tidak tersisa. Setelah seluruh kaum Nuh yang zalim tenggelam, kemudian Allah memerintahkan bumi menghisap seluruh air dan memerintahkan langit menghentikan hujan deras tersebut. Setelah air banjir surut, bahtera terdampar di Gunung Judi yang kemudian dijadikan untuk beristirahat dan memulai kehidupan baru yang damai dan bertakwa kepada Allah SWT. Namun, untuk letak Gunung Judi ini, banyak perselisihan pendapat, ada yang menyatakan berada di Armenia, ada yang mengatakan di Irak atau di Turki. Menurut riwayat, bahwa seluruh pengikut Nabi Nuh yang selamat dalam bahtera Nuh tersebut akan wafat dan tidak menyisakan keturunan satupun. Hanya putra-putra Nabi Nuh yakni Yafith, Sam, dan Ham yang memiliki keturunan. Dengan kata lain, bahwa seluruh umat manusia di muka bumi sekarang ini merupakan keturunan anak Nabi Nuh yang terbagi menjadi 3 turunan. Yafith melahirkan keturunan bangsa Rum Romawi dan kini berkembang pesat menjadi bangsa Eropa. Sam dan keturanannya yang merupakan asal usul lahirnya bangsa Arab yang kini mendiami wilayah Arab dan Timur Tengah di benua Asia Barat. Serta putra terakhir yaitu Ham menghasilkan keturunan bangsa Habasyah yang kini merupakan keturunan bangsa Afrika yang mendiami wilayah benua Afrika. Ilustrasi Sejarah Nabi Isa. Foto Saja Kisah-kisah Nabi Isa?Ilustrasi kisah Nabi Isa. Foto aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa". QS. Maryam 18Al Qur'an. Foto ingatlah ketika Isa Ibnu Maryam berkata "Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, Yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan datangnya seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad Muhammad." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata "Ini adalah sihir yang nyata."QS. Al-Shaf 6Apa Mukjizat Terbesar Nabi Isa?Ilustrasi kisah tentang Nabi Isa. Foto aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah." QS. Ali-Imran 49."Dan ingatlah di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur menjadi hidup dengan seizin-Ku." QS. Al-Ma'idah 110.Berapa Lama Nabi Isa Hidup di Bumi?Ilustrasi kisah Nabi Isa diangkat ke langit. Foto Nabi IsaIlustrasi membaca kisah Nabi Isa dalam Alquran. Foto ilustrasi kisah nabi Muhammad dari lahir sampai wafat, sumber gambar Muhammad SAW adalah nabi akhir zaman yang diutus oleh Allah SWT untuk membimbing umat manusia menuju jalan yang benar dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Nabi Muhammad telah memberikan contoh yang baik dan bijak kepada umat manusia dalam menjalani kehidupan. Kisah Nabi Muhammad dari lahir sampai wafat dapat kita jumpai dalam Al-Qur'an maupun Nabi Muhammad dari Lahir sampai WafatSaat manusia di Mekkah menjalani kehidupan dengan suasana jahiliyah, lahirlah seorang bayi pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah. Bayi tersebut adalah putra dari Abdulllah dan Siti Aminah. Bayi tersebut kemudian diberi nama dari buku Mencintai Rasulullah 365 Hari Bersama Nabi Muhammad SAW oleh Nurdan Damla 2009 11, Mekkah merupakan negara yang penuh sesak, sehingga para ibu di kota tersebut biasa menyusukan anak-anaknya kepada wanita lain di pedesaan. Semasa kecil, Muhammad disusui oleh Halimatus Sa'diyah yang merupakan wanita asal Bani Sa' usia dua tahun, Nabi Muhammad didatangi oleh dua malaikat yang bertanggung jawab untuk membelah dadanya. Pembedahan tersebut sebagai upaya untuk mensucikan hati Muhammad dari berbagai sifat Wafat Orang-orang TercintaSetelah lima tahun berlalu, Nabi Muhammad kembali diasuh oleh ibunya. Namun, tidak lama berselang, ibunda tercintanya wafat setelah mengunjungi makam ayah Nabi Muhammad. Setelah menjadi yatim piatu, Nabi Muhammad akhirnya diasuh oleh kakeknya yang bernama Abdul Muthalib. Lagi-lagi, Nabi Muhammad harus mengalami perpisahan karena kakeknya juga meninggal saat beliau berusia delapan Muhammad diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thalib. Beliau merupakan seorang pedagang yang kerap bepergian ke berbagai kota untuk menjual barang dagangannya. Saat Nabi Muhammad berusia 12 tahun, ia diajak pamannya ke negeri Syam untuk di perjalanan, ia bertemu seorang pendeta yang melihat tanda-tanda kenabian dari Nabi Muhammad. Pendeta tersebut mengimbau Abu Thalib untuk menjaga Nabi Muhammad dari gangguan orang-orang Menerima Wahyuilustrasi kisah nabi Muhammad dari lahir sampai wafat, sumber gambar dewasa, Nabi Muhammad melakukan bisnis dan bekerja sama dengan Khadijah, seorang saudagar kaya. Saat Nabi berusia 25 tahun, beliau menikah dengan Khadijah yang pada masa itu berusia 40 Nabi berusia 40 tahun, beliau menerima wahyu pertamanya di Gua Hira'. Wahyu yang pertama kali turun tersebut yaitu Surat Al-Alaq. Semenjak itu, Nabi Muhammad mulai menjalankan dakwah secara sembunyi-sembunyi dan berlangsung selama tiga mengalami peristiwa Isra' Miraj, Nabi Muhammad mengalami duka yang begitu mendalam karena Khadijah, istrinya dan Abu Thalib, pamannya meninggal dalam waktu yang tidak lama. Kemudian, Allah memerintahkan Malaikat Jibril untuk membawa Nabi Muhammad terbang mengendarai buroq dari Masjidil Haram ke Masjidil Muhammad juga melewati langit ke-7 dan bertemu dengan Allah SWT untuk yang pertama kali. Kemudian, Nabi Muhammad mendapatkan perintah shalat 5 waktu yang wajib dijalankan oleh seluruh Nabi Muhammad meninggalkan duka yang mendalam bagi para sahabat dan seluruh kaum muslimin. Nabi meninggal di usia 63 tahun dan dimakamkan di Kubah Hijau, Madinah, Arab Saudi. Meskipun Nabi telah meninggal, namun Abu Bakar, sahabat Nabi mengimbau kepada kaum muslimin untuk tetap melakukan dan meneladani apa yang telah diperintahkan oleh Nabi Muhammad semasa hidupnya. Nabi Hud adalah nabi keempat yang mana beliau keturunan dari suku Aad. Beliau tinggal di Al-Ahqaf, lebih tepatnya di bagian utara Hadramaut. Daerah tersebut memiliki tanah yang subur sehingga mereka memiliki kekayaan yang bersumber dari hasil pertanian. Namun sayangnya kaum Aad sangat sombong dan bertindak sewenang – wenang. Pada saat itu, kaum Aad banyak yang menyembah berhala. Oleh karena itu, Allah mengutus Nabi Hud untuk menyampaikan risalah dan mengajak kaum Aad untuk beriman dan kembali ke jalan yang benar. Sejarah Nabi Hud Nabi Hud terlahir di Al Ahqaf. Di sinilah awal mula Nabi Hud diutus oleh Allah untuk berdakwah dan menyampaikan pesan agar kaumnya, yaitu kaum Aad agar mau beriman, menyembah Allah dan meninggalkan tradisi mereka yang bertentangan dengan ajaran Allah. Kaum Aad merupakan salah satu kaum yang hidup di zaman Nabi Hud. Kaum Aad juga merupakan manusia yang hidup setelah pengikut Nabi Nuh selamat. Dalam kisah Nabi Nuh orang – orang yang beriman selamat dari banjir yang sangat dahsyat. Mereka kaum Aad dianugerahi berbagai macam kesenangan yang berupa hasil panen yang melimpah, banyak binatang ternak dan harta kekayaan yang melimpah. Tak heran pada zaman itu banyak bermunculan bangunan seperti rumah dan industri yang nampak bagus dan indah. Bangunan tersebut belum dijumpai pada manusia pada zaman sebelum mereka. Hal senada tercantum di dalam Al-Qur’an surat Al-Fajr ayat 6 – 8, yang artinya adalah sebagai berikut “Tidakkah engkau Muhammad memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum Aad?, yaitu penduduk Iram ibu kota kaum Aad yang mempunyai bangunan – bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun suatu kota seperti itu di negeri – negeri lain.” Selain itu, mereka dianugerahi bentuk tubuh yang besar dan kuat. Hal senada juga tercantum di dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 69 yang artinya adalah sebagai berikut “Dan herankah kamu bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui seorang laki – laki dari kalanganmu sendiri, untuk memberi peringatan kepadamu? Ingatlah ketika Dia menjadikan kamu sebagai khalifah – khalifah setelah kaum Nuh, dan Dia lebihkan kamu dalam kekuatan tubuh dan perawakannya. Maka ingatlah akan nikmat Allah agar kamu beruntung.” Maksud dari kata – kata khalifah setelah kaum Nuh dalam ayat tersebut adalah kaum Nabi Hud, yaitu kaum Aad. Namun sayangnya kemelimpahan harta benda tersebut membuat kaum Aad menjadi takabur dan sombong sehingga membuat mereka luap akan kekuasaan Allah. Bahkan mereka menganggap tidak ada yang dapat menandingi kekuatan mereka. Selain itu, mereka juga menyembah berhala dan hidup bebas untuk memuaskan hawa nafsunya. Kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena banyak terjadi penyimpangan. Oleh karena itu, Nabi Hud diutus untuk membawa peringatan sekaligus pedoman hidup agar mereka mau beriman kepada Allah SWT. Mendengar pengakuan Nabi Hud yang menyebut dirinya sebagai utusan Allah maka membuat kaum Aad marah. Bahkan mereka juga berani meminta Nabi Hud untuk mendatangkan azab dari Allah. Selain itu, mereka juga beranggap bahwa kehadiran Nabi Hud menjadi penghalang bagi mereka sehingga mereka menyusun rencana untuk menyingkirkan Nabi Hud. Meski diperlakukan seperti itu maka Nabi Hud tetap bersabar dan terus memberi peringatan yang isinya adalah ajakan untuk bertaubat dan beriman kepada Allah. Hal ini dikarenakan jika mereka tidak bertaubat maka akan mendapatkan azab dari Allah SWT. Namun, peringatan yang diberikan oleh Nabi Hud tidak dihiraukan oleh kaum Aad. Nabi Hud lalu berdoa untuk meminta pertolongan kepada Allah. Allah pun berkata bahwa kaum Aad akan menyesal dengan perbuatannya. Nabi Hud dan pengikutnya diminta untuk pergi meninggalkan daerah yang dihuni kaum Aad. Tak lama kemudian apa yang dikatakan oleh Nabi Hud benar – benar terjadi. Saat itu terjadi kekeringan yang melanda kaum Aad dalam waktu yang panjang. Banyak diantara kaum Aad yang gelisah karena hujan pun tak kunjung datang. Setelah itu, mereka mendatangi Nabi Hud. Beliau berkata bahwa apa yang terjadi itu merupakan murka Allah kepada kaum Aad. Namun, mereka tidak percaya. Saat Nabi Hud meminta mereka untuk bertobat maka mereka hanya menganggap apa yang dikatakan oleh Nabi Hud hanyalah sebuah kebohongan. Ketidak percayaan kaum Aad terhadap Nabi Hud menjadikan Allah menurunkan azab. Saat itu langit menjadi hitam, namun oleh kaum Aad peristiwa tersebut mereka anggap akan menandai turunnya hujan. Namun, justru yang terjadi adalah muncul angin dingin yang kencang menghancurkan dan memporak porandakan bangunan dan lainnya. Hal ini membuat semua orang panik. Alhasil kaum Aad meninggal, mereka semua musnah beserta harta benda yang mereka miliki. Bahkan harta yang mereka miliki tidak mampu menolong mereka. Allah menyelamatkan Nabi Hud dan pengikutnya. Mereka tinggal di Hadramaut. Di sanalah nabi hud berdakwah untuk mengajak umat manusia pada zamannya untuk beriman dan menyembah Allah. Dakwah Nabi Hud Dakwah Nabi Hud dimulai dengan mengajak kaum Aad untuk menyembah ]hanya kepada Allah dan meninggalkan tradisi mereka yang menyembah patung hasil karya mereka. Mereka menganggap patung – patung tersebut sebagai Tuhan kepercayaan mereka. Mereka juga mempercayai bahwa patung – patung tersebut dapat memberikan kebahagiaan keuntungan, mencegah terjadinya kejahatan dan lain – lain. Oleh karena itu, Nabi Hud diberi tugas untuk meluruskan mereka agar mengikuti jalan yang benar dengan beriman kepada Allah yang Maha Esa. Pertama – tama Nabi Hud menunjukkan kepada kaum Aad tentang tanda – tanda kekuasaan Allah di alam ini serta hanya Allahlah yang sanggup menciptakan makhluk hidup termasuk di dalamnya adalah manusia. Namun, ajakan Nabi Hud tidak dihiraukan oleh kaum Aad. Mereka beranggapan bahwa ajaran yang dibawa oleh Nabi Hud tersebut dapat mengubah tradisi, peraturan dan adat yang telah mereka lakukan selama ini. Mereka tetap menyembah berhala. Allah berfirman di dalam surat Al Ahqaf ayat 21 yang meminta Nabi Hud untuk memperingatkan kaumnya. Arti dari ayat tersebut adalah sebagai berikut Dan ingatlah Hud saudara kaum Aad, yaitu ketika dia mengingatkan kaumnya tentang bukit – bukit pasir dan sesungguhnya telah berlalu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan setelahnya dengan berkata, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, aku sungguh khawatir nanti kamu ditimpa azab pada hari yang besar.” Hukuman Allah Kepada Kaum Aad Allah menghukum kaum Nabi Hud yaitu kaum Aad yang berupa kekeringan sehingga menyebabkan kaum Aad khawatir dan takut jika gagal panen. Pada kondisi tersebut Nabi Hud berupaya untuk meyakinkan kaumnya agar meninggalkan kesesatan dan tidak menyembah berhala. Nabi Hud juga mengajak kaumnya untuk bertaubat dan beriman kepada Allah SWT. Namun perkataan Nabi Hud tidak dihiraukan. Bahkan mereka tetap menyembah berhala dan meminta perlindungan kepada berhala – berhala tersebut. Mereka menganggap apa yang dikatakan oleh Nabi Hud hanyalah omong kosong. Hal ini seperti yang terdapat di dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 70, artinya adalah sebagai berikut Mereka berkata, “Apakah kedatanganmu kepada kami, agar kami hanya menyembah kepada Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh nenek moyang kami? Maka buktikanlah ancamanmu kepada kami, jika kamu benar!” Nabi Hud telah menggunakan berbagai macam cara untuk memperingatkan kaumnya, namun usahanya sia – sia. Bahkan kaumnya kini telah menentang ajaran Allah yang diturunkan lewat Nabi Hud. Hal ini dapat dilihat di dalam Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 136 hingga 138 yang artinya adalah sebagai berikut Mereka menjawab, “Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat atau tidak memberi nasihat. agama kami ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang – orang terdahulu, dan kami sama sekali tidak akan diazab. Suatu hari terlihat gumpalan awan hitam yang oleh kaum Aad dianggap sebagai pertanda akan turunnya hujan. Mereka sangat gembira menyambutnya karena mereka berharap ladang dan perkebunannya akan terkena hujan sehingga terbebas dari kekeringan. Namun, di tengah kegembiraan tersebut Nabi Hud berkata bahwa awan hitam tersebut bukanlah pertanda akan turunnya hujan, melainkan sebuah kehancuran yang merupakan pembalasan dari Allah yang pernah dikatakan oleh Nabi Hud. Nabi Hud pun pernah mengingatkan mereka namun mereka tidak percaya dan meminta bukti atas perkataan yang diucapkan Nabi Hud. Saat itu juga terjadi angin topan yang memporak porandakan rumah, bangunan, harta benda, ternak dan lain – lain. Kaum Aad pun kebingunag berlari tanpa arah. Bencana itu berlangsung selama delapan hari tujuh malam yang melenyapkan kaum Aad yang tidak beriman kepada Allah. Di sisi lain, Nabi Hud dan pengikutnya mereka mendapatkan pertolongan dari Allah dan selamat. Setelah kondisi kembali seperti semula maka Nabi Hud berhijrah ke Hadramaut. Di sanalah tempat Nabi Hud menghabiskan sisa hidupnya. Cerita Nabi Hud yang Tercantum di Al-Qur’an Kisah Nabi Hud juga tercantum dalam Al-Qur’an, yaitu terdapat pada beberapa surat, yaitu Surat Hud ayat 50 hingga 54 Arti dari ayat 50 hingga 54 adalah sebagai berikut Dan kepada kaum Aad Kami utus saudara mereka, Hud. Dia berkata, “Wahai Kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Selama ini kamu hanyalah mengada – Kaumku! Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas seruanku ini. Imbalanku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Tidakkah kamu mengerti?”Dan Hud berkata, “Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.”Mereka kaum Aad berkata, “Wahai Hud! Engkau tidak mendatangkan suatu bukti yang nyata kepada kami, dan kami tidak akan meninggalkan sesembahan kami karena perkataanmu dan kami tidakan akan mempercayaimu. Kami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu. Dia Hud menjawab, “Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. Surat Al-Haqqah ayat 6 – 8 Arti dari ayat tersebut adalah sebagai berikut Sedangkan kaum Aad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin. Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus menerus, maka kamu melihat kaum Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang – batang pohon kurma yang telah kosong. Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka? Surat Al-Mu’minun ayat 31 – 41 Arti ari ayat tersebut adalah sebagai berikut Kemudian setelah mereka, Kami ciptakan umat yang lain kaum Aad. Lalu Kami utus kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri yang berkata, “Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan yang berhak disembah bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?Dan berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya dan yang mendustakan pertemuan hari akhirat serta mereka yang telah Kami beri kemewahan dan kesenangan dalam kehidupan di dunia. “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan apa yang kamu makan, dan dia minum apa yang kamu minum. Dan sungguh, jika kamu menaati manusia yang seperti kamu, niscaya kamu pasti rugi. Adakah dia menjanjikan kepada kamu, bahwa apabila kamu telah mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, sesungguhnya kamu akan dikeluarkan dari kuburmu?”Jauh! Jauh sekali dari kebenaran apa yang diancamkan kepada kamu.kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, di sanalah kita mati dan hidup dan tidak akan dibangkitkan lagidia tidak lain hanyalah seorang laki – laki yang mengada – adakan kebohongan terhadap Allah, dan kita tidak akan mempercayainya. Dia Hud berdoa, “Ya Tuhanku tolonglah aku karena mereka mendustakan aku”Dia Allah berfirman, “Tidak lama lagi mereka pasti akan menyesal”Lalu, mereka benar – benar dimusnahkan oleh suara yang mengguntur, dan Kami jadikan mereka seperti sampah yang dibawa banjir. Maka binasalah bagi orang – orang yang zalim. Hikmah dari cerita Nabi Hud Berdasarkan cerita Nabi Hud dapat kita ambil berbagai macam pelajaran, yaitu antara lain adalah kita harus beriman dan taat kepada Allah dan tidak boleh menyekutukan-Nya. Selain itu, kita tidak boleh seperti kaum Aad yang tidak percaya adanya Allah. Atas kesombongannya maka kaum Aad mendapat hukuman dan siksaan dari Allah SWT. Selain itu, di dalam kisah tersebut banyak mengandung pesan moral seperti berikut ini Nabi Hud merupakan nabi yang memiliki sifat yang lembut dan sabar dalam menghadapi kaum Aad yang sangat sombong. Kita senantiasa harus selalu bersyukur karena dengan bersyukur justru Allah akan memperbanyak nikmat yang akan kita terima. Jika manusia tidak mau bersyukur maka akan mendapatkan azab. Kita harus menjauhi sifat sombong. Hal ini diakrenaka orang yang bersifat sombong dan takabur maka akan mendapatkan azab yang pedih dari Allah SWT. Kekayaan, kekuatan dan harta benda mampu membuat manusia lupa kepada Allah, bahkan mereka menjadi makhluk Allah yang memiliki sifat sombong dan semena – mena terhadap orang lain. Dengan demikian mereka akan mendapat azab dan siksaan dari Allah. Di dalam kisah Nabi Hud ini kita dapat memetik pelajarana bahwa kita harus selalu beriman dan bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan kepada kita. Kita dianjurkan untuk tidak bersifat sombong. Hal ini dikarenakan orang yang sombong dan tidak percaya akan kekuasaan Allah maka akan mendapatkan azab yang pedih seperti contohnya adalah kaum Aad. Sekian pembahasan Nabi Hud, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua. Ayo bergabung dengan komunitas dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati. FOKUS SEJARAH NABI NUH – Umat Islam mengenal adanya 25 Nabi dan Rasul. Salah satunya yaitu Nabi Nuh Alahissalam. Nabi Nuh merupakan Nabi yang ke 3 setelah Nabi Adam dan Nabi Idris. Menilik dari kitab Ibnu Katsir tentang kisah para Nabi, Nabi Nuh merupakan keturunan Nabi Adam yang ke 9. Sehingga jarak antara masa Nabi Adam dengan Nabi Nuh menurut riwayat sahih ahli sejarah islam adalah 10 abad kisah nabi nuh yang dapat diceritakan. Salah satunya adalah kisah tentang bahtera Nuh yang merupakan kapal terbesar dan pertama yang dibuat oleh manusia. Bahtera Nuh merupakan salah satu salah satu bukti mukjizat Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Nuh dan pengikutnya ketika terjadi malapetaka dahsyat yang menghancurkan dunia beserta isinya kecuali umat nabi Nuh yang itu, kaum Nuh merupakan kaum yang sangat tercela dan menyimpang dari jalan Allah SWT. Pada mulanya, umat manusia selalu menaati para Nabi sebelumnya yaitu Adam dan Idris, akan tetapi ketika masa Nabi Nuh, kaumnya kembali berbuat ingkar dengan meniru orang-orang terdahulu menganggap bahwa patung adalah tuhan kemudian menyembah patung-patung yang dianggap sebagai tuhan tersebut sebenarnya merupakan representasi orang-orang saleh yang menjadi pewaris Nabi Idris dalam menyebarkan agama Allah. Akan tetapi kaum Nuh justru salah menilai dan memahami dan menganggap roh tuhan ada di dalam patung tersebut dan orang-orang saleh penerus Nabi Idris adalah representasi tuhan. Maka kemudian tersesatlah kaum Nabi pembuatan patung tersebut hanya untuk menghormati orang-orang saleh yang bernama Wadd dan Shuwa. Akan tetapi seiring berjalannya waktu dan memudarnya ilmu agama, generasi kaum Nuh perlahan mulai meyakini bahwa patung tersebut pantas disembah. Hanya satu manusia yang masih memiliki fikiran dan akal sehat untuk menghentikan semua ini yaitu Nabi juga Kisah Nabi Idris AS dan Mukjizatnya, Lengkap SingkatKemudian Allah SWT mengangkat Nuh sebagai Nabi dan meneruskan risalah kenabian serta ditugaskan untuk membimbing kaumnya agar meninggalkan segala bentuk kesyirikan dan membebaskan kaumnya dari belenggu iblis yang menghasut untuk terus menyembah atau mengakui patung-patung tersebut sebagai tuhan mereka serta kembali ke jalan yang benar dan dirahmati Allah Nuh merupakan Nabi yang istimewa oleh karena itu, salah satu dari 114 surah Al-Qur’an merupakan surah khusus Nabi Nuh dengan nama Surah yang sama yakni Surah Nuh. Surah Nuh merupakan surah ke 71 setelah surah Al-Ma’arij dan sebelum surah Al-Jin. Surah ini tergolong surah Al-Makkiyah yang terdiri dari 28 ayat. Kisah nabi nuh dimulai dengan diutusnya nabi nuh. Kisah nabi nuh dimulai dengan diutusnya diutusnya Nabi Nuh Sebagai Rasul AllahSumber-sumber dari ahli sejarah yang diriwayatkan oleh para ahli sahih menyatakan bahwa Nabi Nuh memiliki nama asli Abdul Ghaffar atau Yasykur. Beliau merupakan putra dari Lamik bin Matta. Ayah Nabi Nuh merupakan putra Nabi Idris hingga Nabi Nuh merupakan keturunan Nabi Idris. Dengan kata lain, Nabi Nuh merupakan cucu dari Nabi Idris atau turunan ke 3 dari Nabi Nuh hidup di dunia sangat lama yakni selama 950 tahun. Fakta ini didapat dari salah satu surah di dalam Al-Qur’an yaitu surah Al-Ankabut ayat 14 yang artinya “Dan sesungguhnya kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim”.Ketika usia Nabi Nuh mencapai 480 tahun, beliau diutus menjadi Rasul melalui malaikat Jibril. Malaikat Jibril menghadap Nabi Nuh dengan wajah yang sangat tampan sehingga Nabi Nuh takjub dan lantas bertanya. Kemudian malaikat Jibril menjawab bahwa ia adalah utusan Allah yang membawa risalah dan menyatakan bahwa Allah mengutus Nuh untuk umatnya yang membangkang dan pengutusan Nuh sebagai Nabi tertulis pada Al-Qur’an surah Nuh ayat pertama yang artinya “sesungguhnya kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya dengan perintah Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih”. Ayat ini tidak hanya menyuratkan pengurusan Nabi Nuh, tetapi peringatan kepada kaumnya akan azab Allah yang amat Jibril kemudian memakaikan sebuah baju kebesaran yang disebut baju Mujahidin, kemudian melilitkan sorban kemenangan serta memberi Nabi Nuh ikat pinggang yang disebut Saiful Azmi’ kemudian seraya memberi pesan kepadanya “Berilah peringatan kepada musuh Allah yang bernama Darmasyil bin Fumail bin Jij bin Qabil bin Adam”. Nabi Nuh kemudian mematuhi perintah malaikat juga Perbedaan Nabi dan Rasul dari Wahyu dan Tugasnya, Perlu DiketahuiJika dilihat dari telusuran nama, Darmasyil merupakan keturunan nabi Adam yang ke 4 sekaligus merupakan raja dan pemimpin yang zalim pada saat itu. Darmasyil merupakan manusia pertama yang membuat arak dan meminumnya, dia juga merupakan manusia pertama yang berjudi, dan membuat baju hiasan emas dimana emas merupakan material yang tidak seharusnya digunakan oleh Darmasyil juga merupakan Raja yang menyembah dan menganggung-agungkan 5 berhala yaitu Wad, Siwa’, Ya’uq, Yaghuts, dan Nasr. Perbuatan Darmasyil sudah sangat zalim dan ingkar sehingga Allah memberikan peringatan sangat keras yang disampaikan kepada malaikat Jibril untuk diteruskan kepada Nabi Nuh dan Nabi Nuh diutus untuk menyampaikan langsung kepada raja Darmasyil. Kisah nabi nuh berlanjut dengan tantangan yang dihadapi dakwah Nabi Nuh yang mendapat banyak tantanganNabi Nuh terus berdakwah kepada umatnya khususnya kepada keluarganya yang tidak luput dari perbuatan zalim dan menyesatkan. Selama 5 abad semenjak beliau diutus menjadi Nabi, Nabi Nuh hanya memiliki 70 sampai 80 orang pengikut saja dimana pengikut tersebut terdiri dari orang-orang biasa yang bukan berasal dari keluarga kaya, terhormat dan berada atau keturunan ini menyebabkan kaum Nuh yang terdiri dari orang-orang terpandang dan kaya tidak suka berdekatan bahkan bersama-sama pengikut Nuh yang miskin tersebut. krena kesombongan dan keangkuhan mereka, mereka menganggap bahwa derajat dan kasta mereka tidak lah sama bahkan menganggap derajat mereka lebih tinggi dari Nabi Nuh hingga tidak mungkin akan nabi Nuh mencemooh dan menghina Nabi Nuh dan pengikutnya yang miskin. Penolakan dan penghinaan terus terjadi tidak hanya dati kaumnya saja, namun juga dari kalangan keluarganya. Bahkan Istri dan putranya Kan’an secara terang-terangan menolak dan menentang ajaran Nabi Nuh. Yang lebih parah lagi bahwa mereka memengaruhi orang lain untuk tidak mengikuti ajaran Nab Nuh tidak percaya bahwa Nabi Nuh adalah utusan Allah dan meyakini bahwa Nabi Nuh hanyalah manusia biasa, tidak memiliki kekuatan, tidak memiliki kelebihan apapun, bahkan tidak memiliki harta yang lebih banyak dibanding mereka dan mereka mengatakan bahwa Nabi Nuh telah berdusta. Mereka sangat merendahkan Nabi Nuh bahkan lebih daripada itu, mereka ingin mengusir satu pemimpin kaum Nuh yang zalim tersebut kemudian berkata bahwa mereka akan dengan rela dan ikhlas menjadi pengikut Nabi Nuh dan taat pada ajaran-ajaran yang dibawa Nabi Nuh asalkan Nabi Nuh bersedia mengikuti dengan syarat pengikut Nabi Nuh yang sudah taat dan dianggap hina karena miskin diusir. Nabi Nuh dengan tegas menolak persyaratan ini karena tidak ingin meninggalkan jawaban Nabi Nuh, para pemimpin kaumnya yang zalim justru merasa kesal dan balik menantang Nabi Nuh AS. Mereka meminta Nabi Nuh segera mendatangkan Azab bagi mereka bila memang mereka telah perbuat zalim dan durhaka kepada Allah SWT sebagai bukti bahwa Nabi Nuh memang benar adanya merupakan utusan Allah untuk membawa kaumnya ke jalan yang Nuh kemudian merasa tidak tahu lagi cara menghadapi dan menyadarkan kaumnya sementara beliau sudah berusaha semampunya. Sehingga beliau memilih untuk berserah diri dan meminta pentunjuk pada Allah tuhan semesta alam. Akhirnya Nabi Nuh berdoa dan meminta Allah agar segera melimpahkan azab kepada kaumnya yang membangkang. Allah kemudian mendengar doa Nabi Pembangunan dan Mukjizat Bahtera Nabi Nuh AlaihissalamSebelum azab Allah yang amat pedih dan berat ditimpakan pada kaum Nuh berupa banjir bandang yang menenggelamkan dunia, Allah SWT memberikan petunjuk sekaligus mukjizat kepada Nabi Nuh yaitu diperintahkannya oleh Allah SWT untuk membangun sebuah bahtera yang sangat besar dan kuat. Bahtera yang mampu menampung pengikut dari kaum Nuh yang taat dan beriman kepada Allah SWT. Kisah nabi nuh bagian ini memberitahu kita tentang seberapa peduli Allah SWT kepada mendapat petunjuk dan perintah, segera Nabi Nuh dan kaumnya yang taat membuat bahtera. Bahtera tersebut terbuat dari kayu jati. Pembuatan bahtera tersebut memerlukan waktu yang cukup lama yakni sekitar 40 tahun hingga bahtera tersebut dapat digunakan. Selama proses pembuatan bahtera itu pula kesabaran Nabi Nuh terus diuji berupa cemoohan dan hinaan dari kaumnya yang Nuh yang zalim menganggap bahwa pekerjaan pembuatan bahtera tersebut merupakan pekerjaan sia-sia dan pekerjaan orang gila. Mereka menganggap tidak ada gunanya membangun bahtera diatas bukit gurun pasir yang tandus. Jangankan banjir, hujanpun tidak ada yang turun. Akan tetapi Nabi Nuh dan pengikutnya terus membangun bahtera tanpa mempedulikan hinaan dan cemoohan Ibnu Abbas, seorang Thaif yang memiliki pengetahuan yang amat luas menyatakan bahwa bahtera Nuh ini memiliki ukuran panjang seluas hasta atau sekitar 550 meter dan lebar 600 hasta atau sekitar 275 meter. Bahtera tersebut terdiri dari 3 tingkat yakni tingkat pertama diperuntukkan khusus untuk hewan-hewan, tingkat ke dua untuk pengikut Nabi Nuh, dan tingkat ketiga untuk bangsa bahtera di bagian atasnya ditutup dengan penutup kayu agar seluruh penumpang dan isinya nantinya aman dan selamat ketika Allah melimpahkan azab kepada kaum Nuh yang durhaka kepada Allah SWT. Dinding bahtera dibuat sekuat mungkin untuk menahan derasnya air banjir yang akan membinasakan seluruh umat manusia yang zalim dan tidak beriman kepada Allah Nabi Nuh juga berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar nantinya setelah azab diturunkan, Allah tidak membiarkan seorang dari kaum maupun pemimpinyang zalim tersebut selamat dan tetap tinggal di muka bumi. Nabi Nuh tidak ingin nantinya mereka yang selamat akan kembali menyebabkan banyak umat manusia yang tersesat, berbuat maksiat, dan akan lebih zalim setelah bahtera Nuh selesai dibangun, Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk bersiap-siap dan mengumpulkan umatnya serta perbekalan selama akan terjadinya banjir. Allah memberikan tanda berupa munculnya air dari dalam tannur atau sebuah Oven tradisional di dapur rumah Nabi Nuh. Hingga bila dimasukkan ke dalam logika, tidak mungkin sebuah oven dapat mengeluarkan sumber air. Kisah nabi nuh berikutnya tentang datangnya azab bagi Kaum Nabi Nuh yang ZalimMaka suatu hari ketika tannur di dalam dapur Nabi Nuh menunjukkan tanda-tanda keluarnya air, Nabi Nuh kemudian segera mempersiapkan diri dan membuka bahteranya. Nabi Nuh mengumpulkan umatnya yang beriman untuk segera melindungi diri dan masuk ke dalam bahtera. Nabi Nuh juga membawa segala jenis binatang berpasang-pasangan mulai dari bintang buas, burung, gajah, sapi, hingga hari itu pula malaikat Jibril turun ke bumi dan membantu Nabi Nuh mengumpulkan serta menggiring setiap dua binatang yang berpasangan agar nantinya setelah azab melanda seluruh dunia dan menenggelamkan daratan beserta isinya, setiap spesies binatang tidak punah dan bisa berkembang biak untuk generasi umat manusia selanjutnya. Peristiwa ini juga sudah dijelaskan dalam Al-Qur’ beberapa riwayat, hewan yang pertama kali dinaikkan adalah sepasang burung kakak tua sedangkan hewan terakhir yang dinaikkan adalah sepasang keledai. Diceritakan pula bahwa di pundak keledai, iblis ikut bergelantungan agar bisa masuk ke dalam bahtera Nuh dan mengganggu umat Nabi Nuh yang taat agar tidak masuk ke dalam. Peristiwa ini sudah tertulis dalam Al-Qur’an surah Hud ayat 40Istri dan putra nabi Nuh Kan’an tidak beriman bahkan turut serta emncemoh bahtera Nabi Nuh sehingga mereka tidak ikut menaiki bahtera. Hanya ada sekitar 80 orang mukmin yang masuk ke dalam bahtera. Allah SWT dengan kuasanya telah mengatur segalanya sehingga agar hewan ternak tidak dimangsa oleh hewan buas, Allah menurunkan demam kepada hewan buas tersebut hingga naluri buasnya semua pengikut Nabi Nuh dan hewan-hewan masuk ke dalam bahtera, lalu pintu masuk dan seluruh pintu bahtera ditutup. Dengan kuasa Allah SWT, pemilik langit dan bumi, maka turunlah air hujan dari langit dan memerintahkan bumi mengeluarkan air dari berbagai penjuru dan celah-celah bumi. Seluruh celah bumi seolah seperti mata air yang mengeluarkan air dengan sangat deras tanpa hujan yang sangat deras terjadi dan belum pernah terjadi selama bumi diciptakan termasuk pula sesudahnya sampai sekarang tidak pernah terjadi hujan deras dengan begitu hebatnya. Air lautan kemudian bergejolak dan ombak dahsyat menerpa serta menyapu bumi beserta isinya. Dalam sekejap saja debit air semakin meninggi dan terjadilah air bah yang begitu dahsyatnya yang membanjiri permukaan bumi dipenuhi dengan air sehingga seluruh isinya tenggelam bersama kaum Nuh yang zalim. Bumi tenggelam dalam air sampai permukaan bumi tertinggi untuk pertama kalinya dan tidak pernah terjadi lagi sampai saat ini. Itulah azab berupa bencana yang Allah SWT kepadakaum Nabi Nuh yang sudah sangat menyimpang dari jalan Allah dan telah berbuat musyrik kepada Allah Nabi Nuh yang tenggelam banjirNabi Nuh dikaruniai 4 orang putra yakni putra tertua bernama Kan’an kemudian yang kedua bernama Yafith, Sam dan Ham. Putra tertua Nabi Nuh merupakan anak yang zalim dan durhaka kepada Nabi Nuh. Dia menyembunyikan rasa benci pada ayahnya sendiri dan mula-mulanya berpura-pura beriman. Bahkan dia dan ibunya yang merupakan istri Nabi Nuh sering menghina dan mencemooh Nabi Nuh. Kisah nabi nuh bagian ini cukup sedih untuk Nabi Nuh mengumpulkan seluruh umatnya, beliau teringat akan putra tertuanya yaitu Kan’an. Beliau meminta agar Kan’an naik ke bahtera bersama pengikutnya yang lain. Namun dengan angkuhnya Kan’an menolak dan tetap pada pendiriannya tidak ingin beriman kepada Allah. Oleh karenanya, Kan’an termasuk golongan orang-orang yang merugi dan tidak diselamatkan oleh Allah air bah sudah mulai meninggi, Nabi Nuh sebagai seorang ayah terus membujuk sang anak agar menaiki bahtera dan berkata “Hai anakku, naiklah ke kapan ini agar engkau selamat dari azab Allah dan janganlah engkau masuk ke dalam golongan orang kafir” Hud 43 Akan tetapi Kanan justru menganggap bahwa bencana tersebut merupakan peristiwa alam kemudian menjawab “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memelihara ku dari air bah” dan di jawab pula oleh Nabi Nuh “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selai Allah saja yang Maha Penyayang.” Percakapan Nabi Nuh dan Kan’an tersebut termuat dalam Al-Qur’an surah Hud ayat kemudian semakin meninggi dan Kan’an tetap tidak mau masuk ke dalam kapal dan ingin menyelamatkan diri dengan cara berenang menuju puncah gunung yang belum tersentuh air. Kan’an menganggap bahwa air tidak akan sampai ke puncak gunung tersebut. namun dugaannya ternyata salah, air banjir bahkan menenggelamkan puncak gunung tertinggi percakapan antara keduanya, muncullah gelombang besar yang memisahkan antara bahtera Nabi Nuh dengan Kan’an. Seketika Kan’an lenyap dari penglihatan Nabi Nuh. Nabi Nuh berusaha mencari keberadaan putra sulungnya akan tetapi sia-sia. Sebagai seorang ayah dan darah dagingnya, beliau sangat sedih karena putra yang amat disayanginya tenggelam oleh azab saat Kan’an tenggelam, Nabi Nuh sempat memohon kepada Allah agar putranya diselamatkan karena Nabi Nuh mengingat bahwa Allah telah menjanjikan keselamatan bagi seluruh keluarganya. Nabi Nuh kemudian bertanya-tanya mengapa putranya tidak selamat dari azab tersebut dan Allah menjawab bahwa putranya telah durhaka dan bukan termasuk keluarga yang dijanjikan Allah untuk antara Nabi Nuh dan Allah SWT dimuat dalam surah Hud yang artinya “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya” QS. Hud 45. Kemudian Allah menjawab “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu yang dijanjikan akan selamat sesungguhnya perbuatannya, perbuatan yang tidak baik. sebab itu, janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui hakekatnya. Sesungguhnya aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengathuan” QS. Hud 46.Nabi Nuh kemudian menyadari kesalahannya dan segera memohon pengampunan kepada Allah SWT. Nabi Nuh kemudian mengikhlaskan kepergian putra dan istrinya yang zalim serta seluruh umatnya yang tidak percaya padanya dan lebih memilih menyembah berhala yang merupakan perbuatan musyrik yang sangat tidak disukai Allah SWT. Subhanallah, semoga dosa-dosa mereka diampuni Allah SWT. Kisah nabi nuh berlanjut dengan selamatnya bahtera Bahtera Nuh beserta seluruh isinya dari azab Allah SWTSementara Allah menenggelamkan seluruh permukaan bumi dari manusia, pohon, bahkan sampai melebihi puncak gunung, Allah SWT memberikan perlindungan dan memilihara bahtera Nuh yang berlayar selama 150 hari di lautan tanpa batas sampai air banjir reda bersama umat mukmin yang beriman di dalamnya. Kapal terus berlayar hingga kaum Nuh yang zalim tidak seluruh kaum Nuh yang zalim tenggelam, kemudian Allah memerintahkan bumi menghisap seluruh air yang dan memerintahkan langit menghentikan hujan deras yang begitu dahsyat tersebut. Maka surutlah air bah yang telah menenggelamkan bumi dan tidak menyisakan satupun kaum Nuh yang zalim selamat dari satu-satunya bencana terbesar dan berdahsyat yang pernah terjadi di bumi air banjir surut, bahtera Nabi Nuh kemudian terdampar di Gunung Judi. Di sanalah pengikut Nabi Nuh beristirahat dan memulai kehidupan baru yang damai dan bertakwa kepada Allah SWT. Banyak perselisihan pendapat yang terjadi mengenai letak gunung Judi karena beberapa sumber menyatakan bahwa gunung Judi yang dimaksud berada di Armenia, ada yang mengatakan di Irak atau di setelah Banjir dan keturunan Nabi NuhSetelah bahtera mendarat, keluarlah Nabi Nuh beserta ketiga putranya yang bertakwa dan seluruh pengikutnya yang berjumlah 80 orang. Kemudian turun juga hewan-hewan yang selamat. Di gunung inilah terjadi kehidupan baru dengan seluruh umat yang taat dan beriman kepada Allah serta jauh dari perbuatan tercela, musyrik, dan durhaka kepada Allah riwayat, dikisahkan bahwa seluruh pengikut Nabi Nuh yang selamat dalam bahtera Nuh tersebut akan wafat dan tidak menyisakan keturunan satupun. Hanya putra-putra Nabi Nuh yakni Yafith, Sam, dan Ham yang memiliki keturunan. Hingga didapatkan kesimpulan bahwa seluruh umat manusia di muka bumi sekarang ini merupakan keturunan anak Nabi Nuh yang terbagi menjadi 3 melahirkan keturunan bangsa Rum Romawi dan kini berkembang pesat menjadi bangsa Eropa. Sam dan keuturannya yang merupakan asal usul lahirnya bangsa Arab yang kini mendiami wilayah Arab dan Timur Tengah di benua Asia Barat. Serta putra terakhir yaitu Ham menghasilkan keturunan bangsa Habasyah yang kini merupakan keturunan bangsa Afrika yang mendiami wilayah benua pembahasan Kisah Nabi Nuh, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

kisah nabi nuh lengkap dari lahir sampai wafat